KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu akhirnya buka suara mengenai dugaan penyebab banjir bandang di wilayahnya. Ia menyesalkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang selama dua tahun terakhir tetap memberikan izin penebangan hutan di Sumatera Utara.

Gus Irawan Pasaribu mengirim surat pada 14 November 2025 ke Direktorat Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut, yang berisi usulan penghentian aktivitas penebangan. Namun, pada akhir November 2025, tapi kerja sama antara korporasi dan masyarakat kembali berjalan, dengan izin operasi penebangan hutan tetap diberikan.

Bupati Tapanuli Selatan mempertanyakan, berapa nilai yang masuk ke kas negara dibanding dengan kerugian akibat bencana banjir bandang di Batangtoru…?

Bupati Tapanuli Selatan menekankan bahwa tugas Kementerian Kehutanan (Kemenhut) adalah menjaga kelestarian hutan.

Pernyataan ini sontak memicu sorotan Rakyat Indonesia, terkait peran yang memberikan izin penebangan hutan, sehingga berdampak bencana banjir bandang di Sumatera.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v