SURABAYA, CerminDemokrasi.com – Sejumlah peserta aksi di Surabaya menyoroti dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Mereka menilai kenaikan nilai dollar AS dapat meningkatkan tekanan ekonomi, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan bahwa perubahan nilai tukar tidak hanya memengaruhi pelaku usaha atau sektor keuangan. Kenaikan dollar juga dinilai berdampak pada harga berbagai barang dan kebutuhan sehari-hari yang digunakan masyarakat.
Menurut mereka, kelompok yang memiliki aset dalam bentuk valuta asing atau instrumen investasi tertentu cenderung lebih siap menghadapi gejolak nilai tukar. Sebaliknya, masyarakat dengan pendapatan terbatas dinilai lebih rentan terhadap kenaikan harga yang dapat terjadi akibat pelemahan rupiah.
Peserta aksi juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi ekonomi yang mereka rasakan saat ini. Mereka menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap daya beli masyarakat serta memastikan kebijakan ekonomi mampu melindungi kelompok yang paling terdampak.
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi yang menyoroti berbagai isu ekonomi nasional. Selain nilai tukar rupiah, peserta juga menyinggung tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi global.






