JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Seorang guru menyoroti arah kebijakan pendidikan pemerintah dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Ia mempertanyakan rencana penggunaan buku pelajaran dari luar negeri serta perubahan pendekatan pembelajaran di sekolah.

Guru tersebut menilai pemerintah perlu memprioritaskan kesejahteraan dan kapasitas guru. Menurutnya, perubahan kurikulum tidak akan cukup jika kondisi guru belum mendapat perhatian. Ia juga menyebut pengalamannya mengajar dengan sejumlah kurikulum, mulai dari kurikulum nasional hingga Cambridge dan International Baccalaureate.

Dalam video itu, ia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pemerintah sebelumnya menjalankan Program Digitalisasi Pembelajaran dengan menyediakan Interactive Flat Panel (IFP) atau panel interaktif digital bagi sekolah. Pemerintah menargetkan 288.865 unit IFP pada 2025.

Ia kemudian mempertanyakan arah kebijakan jika pemerintah kembali mendorong penggunaan buku cetak dan pembelajaran manual. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan sekaligus memperhatikan kebutuhan guru. Ia menilai peningkatan kesejahteraan guru perlu berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pembelajaran.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz