JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Ahli pendidikan lintas negara menjelaskan riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka dalam persidangan. Ia menerangkan perbedaan sistem pendidikan antarnegara yang membuat tahapan dan durasi pendidikan tidak selalu sama.
Ahli tersebut mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan masing-masing. Karena itu, jalur menuju jenjang sarjana dapat memiliki tahapan yang berbeda.
Ia kemudian menjelaskan riwayat pendidikan Gibran setelah menyelesaikan SMP di Indonesia. Gibran tercatat menempuh pendidikan selama dua tahun di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Ahli itu juga merujuk pada pernyataan resmi Management Development Institute of Singapore (MDIS). Dalam pernyataan tersebut, MDIS menyebut Gibran menyelesaikan advanced diploma sebelum melanjutkan ke Bachelor of Science with Honours in Marketing.
Menurut ahli tersebut, jalur itu berbeda dengan pola pendidikan di Indonesia. Siswa di Indonesia umumnya menyelesaikan SMA atau pendidikan yang setara sebelum masuk jenjang sarjana.
Ia kemudian memaparkan tahapan pendidikan Gibran setelah Orchid Park Secondary School. Gibran disebut melanjutkan pathway programs yang diawali di UTS Insearch dan kemudian berlanjut ke program advanced diploma di MDIS.
Setelah menyelesaikan advanced diploma, Gibran melanjutkan pendidikan Bachelor of Science with Honours in Marketing. Gelar tersebut berasal dari University of Bradford melalui institusi mitra MDIS di Singapura.
Dalam persidangan, pemohon juga mempertanyakan keberadaan dokumen kelulusan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma. Ahli menjawab bahwa dokumen tersebut ada dalam bentuk advanced diploma dari MDIS.
Ahli menegaskan bahwa advanced diploma tersebut ditempuh sebelum Gibran melanjutkan pendidikan ke jenjang Bachelor. Penjelasan itu menjadi bagian dari keterangannya mengenai perbedaan jalur pendidikan antarnegara.






