KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Guru Gembul memicu perbincangan setelah mengkritik kualitas sekolah Islam. Ia pernah mengajar 12 tahun di 21 lembaga, dari TK hingga Universitas.

Menurutnya, sekolah Kristen berdiri dengan dua tujuan jelas: mencerdaskan bangsa dan mencetak kader berkualitas, serta mandiri secara finansial. Mereka menyiapkan sistem, pendanaan, guru, dan staf dengan matang.

Sebaliknya, banyak sekolah Islam yang berpikir jangka pendek, seperti kerap menutup kekurangan dengan narasi ikhlas atau amal jariyah.

Guru dibayar minim, lalu diharapkan tetap bekerja maksimal. Guru Gembul mencontohkan, di sekolah Islam ia mengajar 26 jam hanya mendapat Rp315 ribu, sementara di sekolah Kristen 8 jam mengajar bisa mendapat lebih dari Rp1 juta plus bonus.

Ia menilai, sekolah Kristen berani membayar demi kualitas, sedangkan sekolah Islam cenderung menekan guru tanpa menaikkan kesejahteraan.