TASIKMALAYA, CerminDemokrasi.com – Kasus dugaan intoleransi terhadap penghayat Saung Tara Jujumantara (STJ) di Tasikmalaya kembali menjadi sorotan publik.

Peristiwa ini bermula dari pembakaran padepokan STJ pada 1 April lalu. Hingga kini, belum ada kejelasan terkait penanganan pelaku oleh aparat hukum.

Dampak kejadian tersebut turut dirasakan anak-anak anggota STJ yang mengalami perundungan di sekolah dan tekanan sosial dilingkungan tempat tinggalnya.

Sejumlah pihak menilai lambannya penanganan hukum terkait pembakaran padepokan STJ dan penganiayaan anggota STJ, melainkan yang terjadi justru memperpanjang rasa takut serta memperburuk kondisi korban dilakukan oleh diduga para pelaku.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berkeyakinan dan beragama di negara Indonesia, serta jaminan rasa aman bagi seluruh warga negara tanpa pengecualian.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz