KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Dalam sebuah ceramah, seorang ulama pribumi atau ulama nusantara menyoroti praktik sebagian pihak yang memanfaatkan nasab keturunan Rasulullah untuk memprovokasi umat.
Ia menyebut umat sering diiming-imingi barokah atau ditakut-takuti ancaman kualat agar mengikuti aksi, bahkan melawan pemerintah, meski kebijakan tidak melanggar syariat.
“Islam tidak mengajarkan umat menjadi zombie yang hidup tanpa akal. Al-Qur’an justru memuji ulul albab, orang-orang yang menggunakan akalnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Indonesia memiliki tradisi ulama besar yang diakui dunia, seperti Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syekh Nawawi al-Bantani, hingga Mbah Hasyim Asy’ari, yang pernah mengajar bahkan menjadi imam di Masjidil Haram.
Namun, pasca kudeta Wahabi di Hijaz, banyak ulama Ahlus Sunnah terpaksa kembali ke tanah air.
Ceramah tersebut menegaskan pesan agar umat tidak mudah diprovokasi, tetap kritis, serta menghargai warisan keilmuan ulama Nusantara.






