BLITAR, CerminDemokrasi.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar tancap gas dalam meningkatkan standar prestasi olahraga bela diri asli Indonesia. Sebanyak 126 pelatih dari berbagai lintas perguruan dikumpulkan dalam agenda Upgrading dan Sosialisasi Peraturan Pertandingan Nasional Tahun 2025 di Padepokan PSHT Cabang Blitar, Desa Sawentar, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap evolusi peraturan pencak silat nasional, sekaligus upaya IPSI Kota Blitar menciptakan standarisasi pembinaan atlet yang lebih saintifik dan berkesinambungan. Antusiasme terlihat dari kehadiran perwakilan enam perguruan anggota IPSI Kota Blitar.

Berdasarkan data panitia, rincian peserta meliputi PSHT sebanyak 41 orang, Pagar Nusa 30 orang, Tapak Suci 20 orang, Persinas ASAD 14 orang, Perisai Diri 13 orang, serta Porsigal 8 orang.

Ketua IPSI Kota Blitar, Miskan H. Prasetyo menegaskan, bahwa kualitas seorang atlet sangat bergantung pada kompetensi pelatihnya. Tanpa pemahaman aturan terbaru, prestasi sulit diraih secara maksimal.

“Kegiatan ini adalah penjabaran program kerja IPSI untuk mencetak pelatih berkualitas. Kami ingin memastikan para pelatih mampu menyusun program pembinaan yang terukur, sehingga dari tangan mereka lahir bibit-bibit atlet yang siap bicara banyak di level regional maupun nasional,” ujar Miskan H. Prasetyo saat menutup acara, Selasa (27/1/2026).

Upgrading kali ini dikemas secara interaktif. Para pemateri ahli seperti Imam Syafi’i, Sugeng Wahyudi dan Ahmad Fami tidak hanya menyuguhkan teori di atas kertas, tetapi juga menggelar sesi dialog dan praktik lapangan.

Para peserta diminta langsung menerjemahkan materi peraturan pertandingan tahun 2025 ke dalam simulasi teknis. Hal ini bertujuan agar tidak ada “gap” pemahaman saat pelatih mendampingi atlet di tepi gelanggang nanti.

Meski berasal dari latar belakang perguruan yang berbeda, suasana di Padepokan PSHT Sawentar justru kental dengan semangat persaudaraan. Selain urusan teknis, IPSI menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat silaturahmi.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Di luar urusan peningkatan kompetensi individu dan tim, yang paling utama adalah menjaga kebersamaan dalam organisasi IPSI. Kita satu wadah, satu tujuan membawa nama harum Kota Blitar melalui pencak silat,” pungkas Miskan H. Prasetyo.

Acara diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan tiap perguruan yang secara umum mengapresiasi langkah cepat IPSI dalam mensosialisasikan aturan baru demi keadilan dan kualitas pertandingan di masa depan.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz