JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Survei terbaru Setara Institute menunjukkan peningkatan sikap intoleran di kalangan pelajar SMA dan sederajat. Penelitian tersebut mencakup lima kota, yaitu Bandung, Bogor, Surabaya, Surakarta, dan Padang.
Hasil survei menunjukkan sebagian pelajar masih mendukung tindakan kekerasan atas nama agama. Sebagian responden juga mendukung penerapan syariat Islam. Selain itu, banyak pelajar menganggap Pancasila bukan ideologi yang bersifat permanen.
Temuan ini menunjukkan bahwa upaya membangun toleransi masih menghadapi tantangan. Nilai keberagaman dan sikap saling menghormati belum sepenuhnya mengakar di lingkungan pendidikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus intoleransi juga muncul di sejumlah daerah. Kasus tersebut melibatkan kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan intoleransi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.
Penelitian sebelumnya juga menemukan pandangan konservatif di lingkungan pendidikan. Sejumlah guru dan materi pembelajaran bahkan menunjukkan kecenderungan serupa. Situasi tersebut dapat memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap keberagaman.
Karena itu, banyak pihak mendorong penguatan pendidikan toleransi dan moderasi beragama. Program tersebut perlu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Dengan langkah itu, masyarakat dapat memperkuat sikap saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






