JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sampel buku pelajaran tingkat SD, SMP, dan SMA dari sejumlah negara Asia Tenggara. Pemerintah menggunakan buku tersebut sebagai bahan perbandingan dengan materi ajar di Indonesia.

Prabowo menilai buku pelajaran di Indonesia masih memerlukan perbaikan. Rencana pembaruan buku pelajaran kemudian kembali memunculkan sorotan terhadap persoalan pendidikan yang lebih luas.

Kesejahteraan guru menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Perbandingan dengan negara Asia Tenggara dinilai tidak hanya perlu mencakup materi ajar dan sistem pendidikan.

Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru masih menghadapi persoalan terkait status kerja dan pendapatan.

Sertifikasi guru juga belum selalu menjamin kesejahteraan. Sejumlah guru masih menghadapi ketidakpastian dalam pekerjaan dan penerimaan tunjangan.

Persoalan tersebut juga menyentuh guru honorer dan tenaga pendidik di sekolah swasta. Pendapatan yang mereka terima dinilai belum selalu mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Perbaikan kurikulum dan buku pelajaran tetap memiliki peran penting dalam pendidikan. Namun, peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan perhatian terhadap kesejahteraan guru.

Guru memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, pemerintah perlu menyeimbangkan pembaruan materi pendidikan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Perhatian terhadap kesejahteraan guru kembali menjadi bagian dari pembahasan mengenai masa depan pendidikan Indonesia.