JAWA TENGAH, CerminDemokrasi.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mendapat sorotan dari seorang guru di Wonosobo, Jawa Tengah. Ia mempertanyakan pembagian prioritas antara pemenuhan kebutuhan pangan dan pendidikan.
Dalam penyampaiannya, guru tersebut menyinggung perbedaan kesejahteraan antara guru dan pihak yang mengelola program MBG. Ia juga menyampaikan kritik terkait pembagian tugas dalam pelaksanaan program di sekolah.
Ia kemudian mempertanyakan tugas utama seorang guru. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab utama untuk mengajar dan mendidik siswa.
Namun, ia mengaku waktunya di sekolah justru banyak tersita untuk mengurus makanan dalam program MBG. Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan pembagian tanggung jawab dalam pelaksanaan program di lingkungan sekolah.
Guru tersebut juga mempertanyakan besaran honor bagi pihak yang bertugas menyediakan makanan MBG. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa bayaran yang diterima pihak tersebut.
Kritik ini menyoroti pelaksanaan MBG dari sisi beban kerja guru. Program pemenuhan gizi siswa tetap membutuhkan pembagian tugas yang jelas agar pelaksanaannya tidak mengganggu tugas utama guru dalam proses pembelajaran.






