JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Susanah dalam pidato kenegaraan kembali menjadi sorotan. Prabowo sebelumnya menyebut Susanah sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.
Informasi tersebut kemudian mendapat klarifikasi. Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, ternyata bekerja sebagai penjahit kain majun dengan upah Rp700 per kilogram kain yang berhasil dijahit. Ia juga bekerja sebagai pencuci ompreng di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keluarga Susanah turut meluruskan informasi tersebut. Mereka menyatakan Susanah bukan buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram seperti yang disebut dalam pidato Presiden.
Pemerintah kemudian memberikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut. Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan, Qodari menyebut terjadi kekeliruan pengucapan nominal dalam pidato Presiden. Ia menjelaskan bahwa penyebutan angka tersebut tidak sesuai dengan data yang seharusnya disampaikan.
Informasi mengenai pekerjaan Susanah juga muncul melalui kanal komunikasi pemerintah. Dalam pemberitaan yang mengutip materi Komdigi, Susanah dijelaskan sebagai penjahit kain majun dengan upah Rp700 per kilogram. Ia dapat menjahit sekitar 20 kilogram dalam sehari dan kemudian bekerja di dapur SPPG.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai kecepatan klarifikasi pemerintah. Kesalahan informasi yang menyangkut kondisi ekonomi masyarakat dapat menimbulkan persepsi berbeda ketika pernyataan tersebut sudah tersebar luas.
Kasus Susanah juga menunjukkan pentingnya ketepatan data dalam menyampaikan kisah masyarakat kepada publik. Profesi, jenis pekerjaan, dan besaran upah perlu diverifikasi sebelum masuk dalam pernyataan resmi pemerintah.
Di sisi lain, Susanah menjadi perhatian publik bukan hanya karena kekeliruan informasi tersebut. Kisahnya menggambarkan seorang pekerja yang menjalankan lebih dari satu pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Peristiwa ini kembali membuka pembahasan mengenai akurasi data dalam komunikasi pemerintah. Klarifikasi yang cepat dan informasi yang konsisten diperlukan agar perhatian publik tetap tertuju pada kondisi masyarakat yang hendak disampaikan.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






