TANGERANG, CerminDemokrasi.com – Kasus pembubaran ibadah jemaat GKPI di Tangerang kembali mendapat sorotan. Seorang pemuda Muslim menilai permintaan maaf pelaku belum cukup untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Ia menilai tindakan pelaku dalam video yang beredar menunjukkan adanya ancaman dengan senjata tajam. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan ajaran Islam dan tidak seharusnya berhenti pada klarifikasi atau permintaan maaf.

Pemuda tersebut juga meminta aparat penegak hukum menangkap dan memproses pelaku sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keadilan harus berlaku bagi seluruh warga negara, termasuk umat beragama yang menjadi kelompok minoritas.