JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Perbandingan kebijakan pendidikan dan lapangan kerja antara China dan Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial. China disebut pernah menghadapi lonjakan jumlah sarjana, namun pemerintah memilih memperluas industri dan peluang kerja dibanding menyalahkan kampus atau menutup jurusan kuliah.
Pernyataan tersebut menyoroti langkah pemerintah China yang memperkuat sektor teknologi, riset, bisnis, hingga program kerja sama antara kampus dan perusahaan. Sistem itu disebut membuat banyak mahasiswa memperoleh kesempatan magang bahkan direkrut sebelum lulus kuliah.
Selain itu, pemerintah China juga dinilai aktif mendukung pengembangan startup, pusat riset, serta lowongan kerja untuk lulusan baru. Kondisi tersebut dianggap membantu mahasiswa fokus mengembangkan kemampuan tanpa terlalu khawatir soal pekerjaan setelah lulus.
Pernyataan itu kemudian membandingkan kondisi di Indonesia yang masih menghadapi persoalan sarjana menganggur. Kritik muncul karena sebagian pihak lebih menyoroti penutupan jurusan kuliah, sementara masalah utama dinilai terletak pada terbatasnya lapangan pekerjaan.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






