JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Sebuah seruan yang ditujukan kepada prajurit TNI beredar di media sosial. Isi seruan tersebut mengajak prajurit untuk mengutamakan kesetiaan kepada negara dan tidak menjalankan perintah yang dinilai bertentangan dengan hukum.
Dalam hal ini, kreator menyinggung sebuah peristiwa yang diklaim terjadi di Polda Metro Jaya pada 9 Juli 2026. Ia juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan penanganan perkara korupsi.
Seruan itu mengingatkan prajurit agar tidak membiarkan loyalitas dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu. Kreator juga mengajak prajurit berani menolak perintah yang dinilai keliru dan tetap menjunjung profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Selain itu, seruan tersebut menekankan bahwa setiap prajurit memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat serta menjaga kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Pesan itu ditutup dengan ajakan agar prajurit tetap setia kepada Merah Putih dan memegang teguh prinsip penegakan hukum.






