KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mendorong perempuan di Kota Bekasi tidak sekadar menjadi pelengkap dalam panggung politik. Menurutnya, perempuan harus berani tampil sebagai aktor utama yang mampu menyuarakan kepentingan masyarakat sekaligus mengawal kebijakan publik.

Pesan tersebut disampaikan Sardi saat menjadi narasumber dalam Seminar Perempuan Politik bertema “Peningkatan Kepemimpinan Kaukus Perempuan Politik Indonesia” yang digelar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Bekasi di Aula Nonon Sonthanie, Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (10/8/2026).

Sardi menegaskan, keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh berhenti pada upaya mendapatkan posisi atau jabatan. Lebih dari itu, perempuan harus memiliki kapasitas untuk memahami proses pengambilan keputusan dan ikut menentukan arah kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kehadiran perempuan dalam politik memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan dan kebijakan publik. Representasi yang berimbang mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan keluarga serta masyarakat,” ujar Sardi.

Menurutnya, banyak persoalan sehari-hari masyarakat yang sesungguhnya merupakan bagian dari kebijakan publik. Mulai dari jalan rusak, pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Karena itu, Sardi meminta KPPI tidak hanya menjadi ruang berkumpul perempuan dari berbagai latar belakang politik, tetapi berkembang menjadi kekuatan advokasi yang mampu menyampaikan aspirasi secara terukur dan berbasis data.

“Kalau memahami kebijakan publik, Ibu-Ibu harus berani memperjuangkan. Misalnya ketika jalan rusak, sampaikan bahwa jalan harus diperbaiki. Itu bagian dari perjuangan perempuan dalam politik,” katanya.

Perempuan Harus Punya Suara dan Argumentasi

Sardi juga menyoroti pentingnya keberanian perempuan ketika berada di ruang pengambilan keputusan. Ia mengingatkan agar perempuan yang nantinya duduk di lembaga legislatif tidak hanya hadir sebagai pelengkap atau sekadar mengikuti keputusan mayoritas.

Menurutnya, perempuan harus memiliki argumentasi, memahami persoalan dan mampu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan politik yang diambil.

Ia menilai, keterwakilan perempuan yang kuat justru akan memperkaya proses demokrasi. Suara perempuan, kata Sardi, dapat menghadirkan pendekatan yang lebih empatik dalam pembahasan berbagai persoalan publik.

“Perempuan dalam politik itu menguatkan demokrasi. Kehadiran perempuan juga bisa membuat proses pengambilan keputusan lebih seimbang,” ujarnya.

Jangan Hanya Menunggu Pemilu

Sardi juga mengajak perempuan membangun rekam jejak politik jauh sebelum memasuki kontestasi pemilu. Menurutnya, kerja-kerja sosial, advokasi masyarakat dan konsistensi memperjuangkan kepentingan publik merupakan modal politik yang jauh lebih penting.

Ia bahkan membagikan pengalaman perjalanan politiknya yang tidak selalu berjalan mulus. Sardi mengaku pernah gagal dalam kontestasi politik, sebelum akhirnya kembali terpilih dan kini dipercaya menjadi ketua DPRD Kota Bekasi.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa politik bukan hanya persoalan modal, tetapi juga jaringan, kapasitas, kerja nyata dan ketekunan.

“Jabatan itu tidak perlu diperebutkan. Tidak seumur hidup. Kalau hari ini belum berhasil, bukan berarti selesai. Yang penting terus bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua KPPI Kota Bekasi, Titin Supriantini, menyambut baik kehadiran Sardi Efendi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Menurut Titin, pemaparan yang disampaikan Sardi memberikan perspektif sekaligus motivasi bagi perempuan untuk lebih percaya diri memasuki dunia politik dan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi legislatif pada masa mendatang.

Titin menilai perempuan tidak cukup hanya memiliki keinginan untuk terjun ke politik. Mereka juga harus membangun kapasitas, keberanian, jaringan dan kemampuan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Dengan pemaparan yang disampaikan Pak Sardi menjadi motivasi kami. Sehingga kami optimistis kaum perempuan harus menjadi subjek, bukan sekadar objek dalam perpolitikan di Kota Bekasi,” papar Titin.

Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi KPPI Kota Bekasi untuk memperkuat peran perempuan dalam proses politik dan pengambilan kebijakan.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang memahami politik dan kebijakan publik, semakin besar pula peluang lahirnya kepemimpinan perempuan yang mampu membawa aspirasi masyarakat ke ruang pengambilan keputusan.

Dengan demikian, perempuan Kota Bekasi diharapkan tidak hanya hadir ketika pesta demokrasi berlangsung, tetapi aktif mengawal kebijakan, menyuarakan kepentingan masyarakat dan ikut menentukan arah pembangunan Kota Bekasi.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz