JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di sejumlah lokasi menuai kritik warganet. Dalam sebuah video yang membahas tiga lokasi Kopdes, pembuat konten mempertanyakan penempatan bangunan yang dinilai kurang strategis dan berpotensi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Lokasi pertama berada di kawasan kaki gunung yang dikelilingi hutan. Pembuat konten menilai lokasi tersebut janggal karena rekaman drone tidak memperlihatkan permukiman warga di sekitar bangunan. Ia pun menyindir siapa yang akan menjadi target pasar koperasi jika lokasinya jauh dari tempat tinggal masyarakat.
Lokasi kedua memperlihatkan bangunan Kopdes yang berdempetan dengan gerai Indomaret. Pembuat konten menilai penempatan bangunan tersebut kurang mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar. Ia bahkan menyindir warga bisa memarkir kendaraan di area Kopdes, tetapi berbelanja di Indomaret.
Sebelumnya, ia juga menyinggung lokasi Kopdes yang berdiri berdekatan dengan sekolah. Temuan lain yang ia bahas kali ini memperlihatkan dua bangunan Kopdes berdampingan satu sama lain.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan lokasi dan potensi persaingan antarkoperasi. Pembuat konten menyindir penempatan dua Kopdes yang berdekatan seolah membuat keduanya harus bersaing, meskipun sama-sama menjalankan program koperasi desa.
Di akhir pembahasannya, ia mengkritik pembangunan Kopdes yang menurutnya kurang mempertimbangkan aspek lokasi dan kebutuhan masyarakat. Ia juga mempertanyakan penggunaan uang negara untuk pembangunan yang dinilai janggal tersebut.
Meski demikian, penilaian mengenai ketepatan lokasi perlu mempertimbangkan data kebutuhan warga, aksesibilitas, rencana usaha, dan kajian kelayakan masing-masing koperasi. Rekaman visual saja belum cukup untuk membuktikan bahwa pembangunan tersebut melanggar aturan atau menyalahgunakan anggaran.






