KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com- Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Djamaludin berharap pemerintah daerah mampu memberikan perhatian lebih bagi keluarga rentan golongan ekonomi menengah ke bawah di Kota Bekasi, melalui penyediaan lapangan kerja serta pengembangan ekonomi kreatif untuk masyarakat.

“Bagaimana pemerintah ini nanti bisa menjemput bola untuk membantu keluarga rentan atau keluarga yang ekonominya menengah ke bawah, harapan mereka anak – anaknya bisa bekerja, “kata Alit Djamaludin usai melaksanakan reses ke II Tahun Anggaran 2026 di RW 07 Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Rabu (08/7/2026).

Alit juga menyoroti masih belum maksimalnya tenaga kerja yang tertampung melalui event Job fair yang baru – baru ini digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, karena dari delapan ribu lebih jumlah pencari kerja hanya sekitar tiga ribu yang mampu terserap.

“Jadi memang ada keterbatasan, mau nggak mau pemerintah harus mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan itu. Setidaknya pemerintah bisa memberikan pelatihan- pelatihan soft skill bagaimana pemuda bisa berwirwusaha melalui digital marketing dengan gadget mereka,”terangnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa fraksi PKB berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji mandiri dengan mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan insentif kepada para guru ngaji lekar di Kota Bekasi.

“Jadi tidak hanya RT,RW atau imam marbot masjid tapi juga guru – guru ngaji, para Ustadz yang mengajari ngaji anak – anak bisa mendapat perhatian negara. Sekurang- kurangnya mereka bisa mendapatkan insentif bulanan, karena kalau dilihat dari postur anggaran kita itu ada, jadi pemerintah tidak boleh tutup mata,”pungkasnya.