KOTA BEKASI,CerminDemokrasi.com – Jauhnya jarak tempuh menjadi kendala bagi sebagian warga masyarakat Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi Barat untuk memperoleh layanan kesehatan dari pemerintah kota (Pemkot) Bekasi. Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohammad untuk segera memenuhi keinginan warga.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut dalam setiap momen melaksanakan jaring aspirasi (reses), ia selalu mendorong adanya belanja atau pinjam pakai lahan tak terpakai yang dimiliki Perusahaan Jasa Tirta (PJT) dan lainnya, untuk pendirian Puskesmas diwilayah tersebut.

“Jadi disini itu banyak tanah negara, milik PJT dan sebagainya. Kita tinggal ngurusin pembangunannya,”kata Gilang Esa, usai melaksanakan reses ke II Tahun Anggaran 2026 di RW 006A, perumahan Jaka Sampurna, Selasa (07/7/2026).

Sebab, Puskesmas yang dimiliki Kelurahan Jaka sampurna saat ini dinilai jauh dari perkampungan warga, karena berlokasi di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan Puskesmas, ia juga pernah menyarankan penggunaan lahan Prasarana Utilitas Umum (PSU) milik kawasan mandiri Grand Kota Bintang. Namun, pemberlakuan tarif masuk berbayar dilokasi tersebut menjadi pertimbangan karena dinilai kurang efisien bagi warga yang ingin berobat ke Puskesmas.

“Kan nggak mungkin orang berobat ke Puskesmas gratis, bayar (parkir) Rp5000 pulangnya. Makanya kalau bisa di tanah – tanah yang strategis, apa di pinggir Kalimalang, atau yang dekat Kelurahan,”ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya memang ada beberapa lahan yang telah diusulkan, tetapi masih menunggu kajian dari dinas terkait mengenai kebutuhan luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan Puskesmas.

“Tapi ya memang kita menunggu dari Dinas Kesehatan sih, memungkinkan nggak (dibangun) di lahan itu. Karena kita nggak tahu berapa butuhkan, seribu kah, dua ribu kah, untuk sebuah Puskesmas butuh berapa (luas lahan), kalau sekolah kan tiga ribu minimal, kalau gak salah,”jelasnya.

Gilang menuturkan, pembangunan Puskesmas yang dekat dengan lokasi pemukiman penduduk sangat dibutuhkan. Mengingat, banyak penduduk di Kelurahan Jaka Sampurna yang sudah berusia lanjut, karena sebagian warganya merupakan pensiunan pegawai.

“Pada intinya memang Puskesmas ini sangat dibutuhkan karena masyarakat Jaka Sampurna juga banyak pensiunan, RW 09 maupun di RW 006A ,banyak juga orang yang memang sudah tidak produktif tidak menghasilkan. Jadi memang sangat membutuhkan kehadiran pemerintah,”ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menyatakan akan terus mendorong proses pendirian Puskesmas di Jaka Sampurna dari pembelian lahan hingga pembangunan yang ditargetkan akan tercapai di 2028 mendatang.

Menurutnya, selama ini banyak warga yang mengeluhkan jarak Puskesmas karena harus mengeluarkan ongkos lebih pada saat mau berobat.

“Lebih mahal ongkos ke Puskesmasnya naik ojek online, kalau mau naik angkot nggak mungkin soalnya di dalam komplek. Makanya itu jadi persoalan. Kita pengen menghadirkan efisiensi, karena masyarakat Jaka Sampurna rata – rata ngumpul disini kampungnya,”pungkasnya.