KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Banjir bandang di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali memicu perhatian publik. Arus deras membawa gelondongan kayu besar dan menyangkut di beberapa titik, termasuk Jembatan Anggoli. Temuan ini membuat warga menduga ada kerusakan lingkungan hutan lindung.

Sebuah video viral yang beredar menegaskan bahwa batang kayu sebesar itu tidak mungkin hanyut tanpa adanya aktivitas penebangan. Narator juga menunjukkan adanya bukaan lahan, lubang tambang ilegal, serta jejak aktivitas alat berat di wilayah Tapteng, Taput, dan Tapsel.

Menurut video viral tersebut, kerusakan lingkungan hutan lindung itu mengurangi daya serap air dan meningkatkan risiko banjir. Warga mempertanyakan peran pengawasan pemerintah daerah dan provinsi. Mereka menilai aktivitas ilegal di hulu sungai sudah berlangsung lama dan tidak tertangani dengan baik.

Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan penjelasan mengenai asal-usul gelondongan kayu besar maupun langkah penegakan hukum yang akan diambil. Masyarakat meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh, memperbaiki pengawasan kawasan hutan lindung, dan memastikan bencana serupa tidak terulang kembali.

 

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link saluran WhatsApp dibawah ini 👇:
https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v