KOTA MEDAN, CerminDemokrasi.com – Aksi demonstrasi pedagang daging babi di kawasan Simpang Pos menarik perhatian publik. Sejumlah pedagang melakukan siaran langsung di media sosial saat aksi berlangsung.
Para pedagang menolak kebijakan penggusuran yang mereka anggap tidak adil. Mereka menilai pemerintah mengambil tindakan yang merugikan mata pencaharian mereka.
Pedagang juga mengungkap fakta penting dalam aksi tersebut. Mereka mengatakan rumah potong milik Pemerintah Kota Medan memproses daging babi yang mereka jual. Karena itu, mereka menilai pemerintah juga menerima manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut, termasuk pajak dan retribusi.
Selain itu, pedagang membantah tuduhan soal kebersihan lingkungan. Mereka menjelaskan bahwa rumah potong membersihkan seluruh proses pemotongan. Mereka menegaskan tidak ada limbah darah yang mengalir di parit sekitar lokasi jualan.
Para peserta aksi juga melaporkan gangguan jaringan komunikasi di sekitar Gedung Wali Kota Medan. Gangguan itu sempat menghambat siaran langsung mereka. Namun, beberapa pedagang tetap berhasil membagikan situasi di lapangan.
Aksi ini menunjukkan ketegangan antara pedagang dan pemerintah daerah. Para pedagang berharap pemerintah membuka dialog dan mencari solusi yang adil. Mereka menegaskan bahwa usaha mereka selama ini ikut berkontribusi pada pendapatan daerah di Indonesia.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






