JAKARTA, CerminDemokrasi.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026. Penetapan ini dilakukan untuk memperkuat langkah pencegahan menghadapi musim kemarau.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan wilayah prioritas berada di Sumatera dan Kalimantan. Daerah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi.
“Di Sumatera ada Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Di Kalimantan ada Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan penanganan kebakaran dimulai dari pemerintah kabupaten dan provinsi ketika titik api masih kecil. Pemerintah pusat akan turun membantu jika kebakaran berkembang lebih luas.
“Ketika apinya masih kecil, itu ditangani oleh pemerintah kabupaten dan provinsi. Dari enam provinsi prioritas, baru Riau yang meminta bantuan pemerintah pusat,” ujarnya.
Suharyanto menambahkan Indonesia berhasil menekan kebakaran hutan berskala besar sejak 2019. Capaian tersebut tetap dijaga melalui koordinasi lintas instansi dan kesiapsiagaan di daerah rawan.
Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani memaparkan kondisi iklim Indonesia pada 2026 diperkirakan netral ENSO. Artinya tidak terjadi fenomena El Nino maupun La Nina.
“Kondisinya netral untuk ENSO, sehingga tidak terjadi La Nina maupun El Nino. Namun curah hujan diperkirakan sedikit di bawah rata-rata tiga puluh tahun terakhir,” kata Teuku Faisal Fathani.
BMKG memprediksi beberapa wilayah sekitar ekuator berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau. Wilayah tersebut antara lain Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.
Untuk mengurangi risiko karhutla, pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah rawan. Upaya ini bertujuan meningkatkan curah hujan sebelum puncak musim kemarau.
“Saat ini kami bekerja sama dengan BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca. Tujuannya meningkatkan kelembapan lahan sebelum puncak musim kemarau,” ujarnya.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz







