JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Sebuah pernyataan dari Dr. Ryu Hasan memicu perdebatan publik setelah menyebut skor IQ rakyat Indonesia mengalami penurunan dari 109,6 ke 78,4. Klaim tersebut ramai beredar di media sosial dan dikaitkan dengan kondisi pendidikan saat ini di negara Indonesia.

Ia menilai penurunan kemampuan berpikir terjadi karena kurangnya stimulasi sejak usia dini. Anak lebih sering berinteraksi satu arah dengan gawai, sementara sekolah dinilai masih menekankan hafalan daripada pemahaman konsep.

Selain itu, sistem pendidikan seperti kenaikan kelas otomatis dan zonasi juga ikut disorot. Banyak pihak menilai sistem ini dapat menurunkan motivasi belajar dan menghambat perkembangan potensi siswa.

#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz