SULAWESI, CerminDemokrasi.com – Polemik dugaan diskriminasi dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mencuat di Sulawesi Selatan. Nama Cathlyn Yvaine Lesmana menjadi sorotan publik usai disebut gagal mewakili Sulsel ke tingkat nasional.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul unggahan yang menyebut Cathlyn diduga menjadi korban diskriminasi dalam proses seleksi. Dalam video yang beredar, siswi SMA Swasta Cerdas Bangsa itu memperkenalkan diri sebagai utusan Kota Makassar dan membuka sapaan dengan bahasa Mandarin.

Cathlyn sebelumnya disebut masuk tiga besar hasil seleksi tingkat provinsi. Namun, namanya dikabarkan tidak lagi masuk daftar perwakilan Sulsel ke tingkat nasional. Dugaan itu kemudian memicu berbagai reaksi publik, termasuk dari akun DPPI Kota Makassar yang menyoroti isu diskriminasi terhadap peserta berlatar etnis Tionghoa.

Meski gagal berangkat ke tingkat nasional, Cathlyn disebut tetap bDPPertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi Sulawesi Selatan.