JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Gestur tiga jari atau Three Finger Salute turut mewarnai aksi demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Simbol ini menarik perhatian di tengah berbagai tuntutan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.
Gestur tersebut bukan sekadar tiruan salam tiga jari dalam film The Hunger Games. Simbol ini membawa pesan kritik dan perlawanan terhadap kekuasaan yang dinilai mengabaikan kepentingan rakyat.
Penggunaan salam tiga jari mencerminkan akumulasi kekecewaan terhadap berbagai persoalan nasional. Isu yang disorot meliputi krisis ekologis, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah yang menuai kritik.
Melalui simbol tersebut, massa menyuarakan tiga tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah mengadili krisis, mengoreksi kebijakan anggaran secara menyeluruh, serta memulihkan kebebasan berpendapat.
Salam tiga jari juga menjadi bahasa persatuan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik. Gestur ini menggambarkan keresahan publik ketika mereka merasa ruang untuk menyampaikan pendapat semakin terbatas.
Kemunculan simbol tersebut dalam aksi 28 Oktober kembali menyoroti berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Publik pun mempertanyakan sejauh mana pemerintah merespons tuntutan dan kritik yang mereka sampaikan.






