KOTA BEKASI, CerminDemokrasi.com – Sebuah pernyataan viral menyebutkan bahwa Indonesia akan mengalami kerugian ekonomi besar jika seluruh warga non-Muslim meninggalkan negara ini. Pernyataan ini menyoroti peran signifikan kelompok non-Muslim dalam perekonomian nasional.
Dalam video tersebut, narator menjelaskan bahwa etnis Tionghoa non-Muslim menguasai sekitar 60% perekonomian Indonesia. Secara keseluruhan, warga non-Muslim disebut mengendalikan sekitar 85% kekuatan ekonomi di Tanah Air. Sementara itu, warga Muslim hanya menguasai 15% sisanya.
Jika kelompok non-Muslim melakukan eksodus massal dan membawa seluruh aset mereka, maka sebagian besar sektor usaha diperkirakan akan runtuh. Dunia kerja akan melemah, dan banyak perusahaan akan kehilangan pijakan. Narator juga menyebut bahwa selama ini sebagian masyarakat menggantungkan bonus atau tunjangan dari para pengusaha non-Muslim, terutama saat menjelang hari raya.
Pernyataan ini memunculkan kontroversi dan mengundang diskusi soal ketergantungan ekonomi terhadap kelompok minoritas di Indonesia.
Bagaimana menurut anda guy’s…?






