JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Anggota DPR RI Komisi VI, Darmadi Durianto, mengkritik wacana penerapan pajak baru pada 2027. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai dasar untuk menambah beban pajak masyarakat.
Wacana tersebut muncul setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penerapan pajak baru jika ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada akhir 2026 dan kembali mencapai angka serupa atau lebih tinggi pada kuartal I 2027. Meski demikian, pemerintah juga akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.
Darmadi menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menunjukkan bahwa seluruh masyarakat siap menerima tambahan beban pajak. Menurutnya, pemerintah perlu melihat kondisi daya beli dan kemampuan dunia usaha sebelum mengambil kebijakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pajak karena penerimaan negara berperan penting dalam mendukung pembangunan. Namun, ia meminta pemerintah membenahi kebocoran penerimaan, memperluas basis pajak, dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak sebelum mencari sumber penerimaan baru.
Darmadi juga mengingatkan pemerintah agar memastikan uang pajak kembali kepada masyarakat melalui pelayanan publik dan pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi seharusnya berjalan seiring dengan daya beli yang kuat dan aktivitas dunia usaha yang sehat. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya terlihat dalam angka, sementara masyarakat justru menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






