JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Polemik deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 29 Oktober 2026 kembali memunculkan kritik terhadap pemerintah. Kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya itu berlangsung sehari setelah demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat pada 28 Oktober.
Kehadiran Raffi Ahmad dalam deklarasi tersebut turut memicu pertanyaan mengenai tujuan kegiatan. Sejumlah kritik menilai acara itu berpotensi membentuk kesan bahwa kalangan pemuda mendukung pemerintah, sementara kelompok lain menyuarakan keresahan melalui demonstrasi.
Polemik peserta yang mengaku bukan mahasiswa aktif semakin memperbesar sorotan. Polda Metro Jaya kemudian meminta maaf dan menyatakan tengah menyelidiki dugaan penggunaan identitas mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Kritik terhadap pemerintah juga muncul setelah rencana insentif fiskal Rp1 triliun bagi pemerintah daerah kembali menjadi perhatian. Program MBG akan masuk sebagai salah satu indikator penilaian daerah mulai 2027.
Namun, anggaran Rp1 triliun tersebut bukan hadiah khusus untuk pelaksanaan MBG. Pemerintah menjelaskan bahwa dana itu merupakan total insentif bagi daerah berprestasi dengan sejumlah indikator, seperti pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan, dan penanganan stunting.
Kebijakan tersebut tetap menuai kritik di tengah berbagai persoalan pelaksanaan MBG. Isu keracunan makanan, penggunaan anggaran, dan tuntutan perbaikan tata kelola menjadi bagian dari keresahan masyarakat.
Selain itu, pernyataan pimpinan DPR mengenai rencana menentukan penilaian bursa sendiri juga mendapat sorotan. Kritik tersebut mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam sistem ekonomi global yang saling terhubung. Karena itu, penguatan nasionalisme tidak cukup melalui pernyataan, tetapi perlu diwujudkan melalui kebijakan nyata.
Pemberantasan korupsi, penempatan pejabat berdasarkan kompetensi, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat menjadi tiga hal yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah dinilai perlu membuka ruang kritik dan merespons keresahan publik, bukan sekadar menggelar kegiatan atau menyampaikan slogan persatuan.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






