JAKARTA, CerminDemokrasi.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan Singapura menuai tanggapan warganet. Prabowo menilai Indonesia tidak perlu terlalu khawatir membandingkan diri dengan Singapura karena perbedaan jumlah penduduk dan skala wilayah kedua negara.
Prabowo menyampaikan pandangan tersebut saat membahas hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Ia mengakui kemampuan membaca siswa Indonesia masih tertinggal dari Singapura dan sejumlah negara lain. Namun, ia menilai Indonesia menghadapi tantangan lebih besar karena memiliki ratusan ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Prabowo, pemerintah Singapura dapat menjangkau sekolah-sekolah dengan lebih mudah karena negara tersebut memiliki wilayah yang relatif kecil. Ia bahkan menyebut seorang menteri pendidikan Singapura mungkin bisa mengunjungi hampir seluruh sekolah dalam waktu sekitar dua jam.
Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan kritis dari seorang warganet. Ia menilai perbedaan jumlah penduduk dan luas wilayah tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan ketertinggalan pendidikan Indonesia.
Warganet tersebut juga menyoroti kualitas perguruan tinggi kedua negara. Ia membandingkan jumlah kampus di Indonesia dengan Singapura dan mempertanyakan mengapa perguruan tinggi Indonesia belum mampu menyamai pencapaian kampus-kampus terkemuka Singapura.
Ia turut menyinggung peringkat universitas sebagai salah satu tolok ukur daya saing pendidikan tinggi. Dalam QS World University Rankings 2026, National University of Singapore (NUS) menempati peringkat kedelapan dunia, sedangkan Universitas Indonesia berada di peringkat ke-189.
Menurut warganet tersebut, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa potensi tersebut belum menghasilkan capaian pendidikan tinggi yang sebanding dengan Singapura.
Perdebatan ini kembali menyoroti tantangan pendidikan Indonesia. Perbedaan kondisi geografis memang memengaruhi pengelolaan sekolah, tetapi peningkatan mutu pendidikan tetap membutuhkan evaluasi dan langkah nyata untuk mengejar ketertinggalan.
#Simak berita-berita update CerminDemokrasi.com lainnya di ponselmu, dengan cara ikuti/klik link dibawah ini 👇:
1.) Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbBQrtFBqbr2Tw270h2v
2.) Halaman Facebook: https://www.facebook.com/share/18Amh9QUv4/
3.) Channel Youtube: https://www.youtube.com/@CerminDemokrasiOfficial
4.) Channel Instagram: https://www.instagram.com/cermindemokrasiofficial?igsh=ZzF6djc2YjU0a2k2
5.) Channel Tiktok: https://www.tiktok.com/@cermindemokrasiofficial?_r=1&_t=ZS-924Eyf2x8uz






